Pertama Kali Mau Bekam? Kenali Dulu Proses dan Hal yang Perlu Diketahui
Bekam menjadi salah satu terapi tradisional yang cukup dikenal di Indonesia. Namun, bagi orang yang belum pernah mencobanya, bekam mungkin masih menimbulkan banyak pertanyaan. Sebenarnya bekam itu apa, untuk apa dilakukan, dan apakah prosesnya terasa sakit?
Apa Itu Bekam?
Bekam merupakan terapi tradisional menggunakan cangkir atau kop yang ditempelkan pada kulit untuk menciptakan tekanan. Bekam umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bekam kering dan bekam basah.
Bekam kering dilakukan dengan memberikan tekanan pada kulit tanpa mengeluarkan darah. Sementara bekam basah melibatkan tindakan kecil pada kulit setelah proses penyedotan, kemudian sejumlah kecil darah dikeluarkan.
Bekam Itu untuk Apa?
Orang melakukan bekam dengan berbagai alasan, salah satunya sebagai terapi komplementer untuk membantu tubuh terasa lebih rileks atau mengurangi rasa tidak nyaman pada otot.
Meski begitu, bekam tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis. Bukti mengenai manfaat bekam untuk berbagai kondisi kesehatan juga masih beragam. Jika mengalami keluhan kesehatan yang menetap atau serius, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Bagaimana Proses Bekam?
Bagi pemula, proses bekam biasanya diawali dengan konsultasi. Praktisi dapat menanyakan kondisi kesehatan dan keluhan sebelum menentukan area yang akan diberi terapi.
Setelah kulit dibersihkan, cangkir ditempelkan pada area yang telah ditentukan. Pada bekam kering, proses berhenti setelah penyedotan dilakukan. Sedangkan pada bekam basah, terdapat tahap tambahan berupa tindakan kecil pada kulit dan pengeluaran sejumlah kecil darah.
Setelah selesai, area tersebut perlu dibersihkan dan dirawat dengan baik.
Apakah Bekam Sakit?
Sensasi bekam berbeda pada setiap orang. Saat penyedotan, kulit dapat terasa tertarik, kencang, atau sedikit tidak nyaman. Pada bekam basah, mungkin muncul sensasi tambahan ketika dilakukan tindakan pada kulit.
Setelah bekam, biasanya muncul bekas berbentuk lingkaran pada kulit. Warnanya dapat berbeda-beda dan akan memudar seiring waktu.
Perhatikan Kebersihan dan Keamanan
Jika ingin mencoba bekam, pilih tempat yang bersih dan memiliki prosedur higienis. Hal ini sangat penting, terutama pada bekam basah karena terdapat luka dan kontak dengan darah.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Bekam boleh dikenal sebagai terapi komplementer, tetapi tetap penting memahami manfaat dan risikonya secara realistis. Dengan pengetahuan yang cukup, pengalaman pertama melakukan bekam pun bisa dijalani dengan lebih tenang.
Bagaimana menurutmu? simak lebih jelasnya di : Pengertian, Tujuan dan Proses Bekam
Posting Komentar untuk "Pertama Kali Mau Bekam? Kenali Dulu Proses dan Hal yang Perlu Diketahui"
silahkan berkomentar