Mitos atau Fakta: Benarkah Badan Anak Panas Tidak Merata karena Kecetit?



Bagi para orang tua, kesehatan sang buah hati tentu menjadi prioritas utama. Ketika anak tiba-tiba mengalami demam, kepanikan sering kali melanda. Salah satu fenomena yang kerap membuat orang tua bingung adalah kondisi tubuh anak yang panasnya tidak merata—misalnya, bagian kepala dan dada terasa sangat panas, namun telapak tangan dan kakinya justru terasa dingin.

Di masyarakat kita, berkembang mitos yang menyebutkan bahwa kondisi badan anak panas tidak merata ini disebabkan karena anak mengalami kecetit (terkilir atau salah urat). Akibatnya, tidak sedikit orang tua yang langsung membawa anaknya ke tukang urut untuk dipijat. Namun, benarkah anggapan tersebut secara medis? Mari kita bedah bersama apakah ini mitos atau fakta.

Medis Menjawab: Mengapa Panas Anak Tidak Merata?

Secara medis, anggapan bahwa badan anak panas tidak merata karena kecetit adalah MITOS. Fenomena ini sebenarnya merupakan respons biologis yang sepenuhnya normal saat tubuh anak sedang berjuang melawan infeksi.

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, pusat pengatur suhu di otak (hipotalamus) akan meningkatkan standar suhu tubuh untuk melawan kuman tersebut. Untuk menaikkan suhu inti tubuh dengan cepat, otak memerintahkan pembuluh darah di bagian ujung tubuh (seperti tangan dan kaki) untuk menyempit (vasokonstriksi).

Proses penyempitan ini bertujuan untuk mengurangi pembuangan panas keluar tubuh dan mengalihkan aliran darah agar terfokus ke organ-organ vital di area kepala dan dada. Akibatnya, bagian kepala akan terasa sangat panas membara, sementara tangan dan kaki anak terasa dingin. Jadi, kondisi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan otot yang terkilir atau kecetit.

Bahaya Salah Penanganan

Mengaitkan demam dengan kecetit bisa berakibat buruk jika orang tua langsung membawa anak untuk diurut atau dipijat. Saat anak sedang demam, tubuhnya sedang mengalami peradangan dan membutuhkan istirahat total. Tindakan memijat atau mengurut anak yang sedang demam justru dapat memicu stres fisik yang lebih tinggi, memperparah peradangan pada otot, dan bahkan meningkatkan risiko kejang demam (step) jika suhu tubuhnya melonjak drastis akibat trauma pijatan.

Tips Tepat Menangani Demam Anak

Dibandingkan membawa anak ke tukang urut, berikut adalah langkah pertolongan pertama yang benar secara medis ketika anak demam dengan panas tidak merata:

  1. Gunakan Termometer: Jangan mengukur suhu hanya dengan rabaan tangan. Pastikan angka pastinya menggunakan termometer.

  2. Kompres Air Hangat: Berikan kompres air hangat (bukan air dingin atau es) pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan untuk membantu menurunkan suhu inti tubuh.

  3. Penuhi Cairan: Berikan minum air putih, ASI, atau sup hangat sesering mungkin untuk mencegah dehidrasi.

  4. Pakaian Nyaman: Pakaikan baju yang tipis dan menyerap keringat. Hindari menyelimuti anak secara tebal karena bisa memerangkap panas di dalam tubuh.

  5. Obat Penurun Panas: Jika anak tampak tidak nyaman atau rewel, berikan parasetamol sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.

Kesimpulan

Kondisi badan anak yang panas tidak merata bukanlah tanda kecetit, melainkan mekanisme alami tubuh dalam mengatur suhu saat terjadi demam akibat infeksi ringan. Orang tua diimbau untuk tidak mudah percaya pada mitos urut saat anak demam dan lebih mengutamakan penanganan medis yang aman demi keselamatan si kecil.


baca: Panas tidak merata bisa jadi tanda kecetit?

Posting Komentar untuk "Mitos atau Fakta: Benarkah Badan Anak Panas Tidak Merata karena Kecetit?"